Posts

How Trump Won Their Hearts

Image
Donald J. Trump isn’t going to be the Republican nominee. Six months ago, that was a truism. Three months ago, it was the conventional wisdom. Now it’s an assertion that inspires sympathetic glances, the kind you get when you tell friends that you think your new personal-investment strategy is sure to beat the market. I know you really want that to be true, the glances say, but you just might be kidding yourself. While a fearful nation watched the terrorists attack again, striking the cafes of Paris, and the conference rooms of san Bernardino, Calif., Donald Trump looked out from his golden Manhattan tower, divining as he does the unseized opportunity before him. Toughness was his brand, and in a tumultuous political season, transgression his method. He had already promised once again to waterboard terrorist suspects and “more than that,” despite international treaties against torture. He had even vowed not only to “bomb the sh-t” out of the Islamic State fighters in Syri...

Rapor Menteri Tuai Kontroversi

Image
Selalu menarik untuk mempelajari kebijakan dan terobosan-terobosan yang dilakukan seorang pejabat eksekutif, alias menteri. Ketika menteri ini berasal dari partai, maka biasanya tiap gerak-geriknya tidak bisa tidak diafiliasikan dengan partainya dan kemudian berpengaruh pada konstelasi politik. Ketika menteri ini berasal dari kalangan profesional, bisa jadi simpati atau justru bumerang mengarah padanya. Kali ini saya akan mencoba menganalisis kebijakan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi. Belakangan ia di- bully di media karena keputusannya untuk mempublikasi nilai evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang dilakukan kementeriannya. Sebagian besar menilai, Menteri Yuddy melakukan ini untuk pencitraan. Saya memiliki beberapa analisis atas manuver Menteri Yuddy ini. Ada yang mempertanyakan, apa dasar hukum KemenPAN-RB menilai akuntabilitas kementerian? Bagaimana mungkin suatu kementerian menilai s...

Konflik Iran-Arab Saudi di Pusaran Isu Sektarian

Image
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, 3 Januari malam mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran. Pengumuman dilakukan menyusul penyerangan sejumlah pemuda Iran ke kedutaan Arab Saudi di Iran. Serangan pemuda ini sebagai bentuk protes atas pemenggalan yang dilakukan Arab Saudi terhadap Seikh Nimr al-Nimr, ulama beraliran Syiah yang dihormati di Iran. Ia dipenggal bersama jihadis Sunni lainnya karena dianggap sebagai pembangkang yang menyebarkan terorisme. Ketegangan politik antara dua negara berpengaruh ini berpotensi besar memadamkan upaya perdamaian di Irak, Suriah, dan Yaman. Barbara Slavin, analis dari Atlantic Council mengatakan, ini akan memperdalam konflik sektarian di Timur Tengah. Dilansir dari laman New York Times , sejarah modern Timur Tengah memang selalu diwarnai perubahan konfigurasi konflik dari masa ke masa. Pada 1950-an hingga 1970-an, konfigurasi utama konflik adalah Arab versus Israel. Kemudian menjadi Iran versus Irak, dan berubah lagi m...

Kandasnya Gugatan Karhutla 7,9T

Image
Tidak ada yang lebih mengecewakan dari putusan sidang kebakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan oleh PT Bumi Mekar Hijau (PT BMH) di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan pada tahun 2014 yang lalu. Dalam putusan yang dibacakan pada tanggal 30 Desember 2015 ini, hakim Pengadilan Negeri Palembang menyatakan menolak gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap tergugat PT BMH secara keseluruhan. Artinya, PT BMH tidak perlu membayar ganti rugi sepeser pun dalam kasus ini. Justru, negara harus membayar uang perkara sebesar Rp 10 juta. Gugatan perdata yang mencapai Rp 7,9 triliun ini merupakan nilai gugatan terbesar selama lima tahun terakhir. Pada masa Susilo Bambang Yudhoyono, nilai gugatan tertinggi hanya Rp 366 milyar. Melihat fakta-fakta yang dihadirkan di persidangan, putusan dipercaya bisa menjadi titik balik bagi korporasi lain di sektor kehutanan dan perkebunan agar dapat lebih baik dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di areal konsesi dan sekitarn...

Longsor Ingatkan Janji Bangun Infrastruktur

Image
Janji pemerintah tinggallah janji jika belum ada insiden yang menegurnya. Konteks yang ingin saya sampaikan dalam hal ini adalah terkait bencana longsor di Lebong Tandai, Bengkulu Utara. Pertama-tama akan saya ceritakan bagaimana sulitnya menuju tempat terjadinya longsor ini. Dari kota Bengkulu dibutuhkan waktu kurang lebih empat jam untuk mencapai kabupaten Bengkulu Utara. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ala off road menuju ke posko pertama di Kecamatan Napal Putih selama kurang lebih 1 hingga 2 jam. Dari kecamatan, for safety reason kita harus menggunakan kendaraan roda empat 4x4 untuk ke wilayah Ronggeng. Hati-hati, di perjalanan ini mobil bisa nyangkut di tanah yang lembek dan dalam. Dan siap-siaplah anda akan seperti buah dalam blender , terpental-pental dalam mobil. Medan yang melelahkan, meski naik mobil. Dari Ronggeng untuk menuju ke poskonya harus berjalan 500 meter. Lalu ikuti terus rel kereta Lori (kereta pada zaman Belanda, kini digunakan untuk Molek--kendaraan modi...

Lidah Digoyang di Palembang

Image
Apa? Anda kira ini tentang pempek? Maaf, dengan sangat menyesal saya harus mengatakan hidup anda sia-sia. Masalahnya, masih banyak lagi makanan lainnya yang bisa dijajal dari Palembang selain pempek hehehe. Kuliner khas Palembang tidak hanya pempek apalagi hanya pempek kapal selam bro en sis. Jangan kecil hati, apalagi jadi keki dan iri hati: hampir semua makanan khas Palembang sudah saya jajal disini. Hehehe. Siap-siap ngiler yaa… 1.Pindang Patin Pindang ini bisa iga atau daging atau apa aja deh. Pindang itu jenis kuahnya. Tapi paling enak sih pindang ikan patin. Salah satu yang paaaaling eeeeeenak itu di Pindang Musirawas Angkatan 45. Tekstur ikan patin ini lembuut banget. Saya pas kesana makan yang kepala. Padahal ya saya gak suka bagian kepala. Tapi usai makan, saya justru gak melihat ada sisa apapun kecuali duri ikan di piring saya. Saking enaknya! Makanya kesini itu prinsipnya seperti Jusuf Kalla, “lebih cepat lebih baik” karena pindang patin yang bagian buntut itu cepat h...

Dagelan Politik Ala Setya Novanto

Image
Unsur nama Setya Novanto, mulai dari “Setya”, “Novanto”, “Setya Novanto” hingga inisial “SN” dan embel-embel jabatannya, “pimpinan DPR” “ketua DPR yang terhormat” memperkeruh layar kaca, layar telepon seluler dan layar koran. Saya pilih kata dasar keruh karena kenyataannya ia sungguh mengusik kenegarawanan saya. Dalam tulisan ini saya akan gunakan inisial “SN”. Hal ini disebabkan huru hara baru yang ia ciptakan. Ada salah satu fakta menarik menyusul huru hara ini, adanya dua petisi yang dikumpulkan di situs change.org untuk menurunkan SN dari jabatan pimpinan DPR dan membuka untuk umum sidang Mahkamah Kehormatan Dewan. Dua petisi ini sudah didukung oleh lebih dari 120.000 netizen dalam kurun waktu dua hari saja. Inilah hebatnya media, bisa membentuk opini publik, menyudutkan musuh bersama, dengan harapan bisa mewujudkan esensi hidup berdemokrasi: dari rakyat, untuk rakyat . Tetapi untuk this certain person , akankah media—setidaknya satu-satunya amunisi yang kita miliki saat i...