Lidah Digoyang di Palembang

Apa? Anda kira ini tentang pempek? Maaf, dengan sangat menyesal saya harus mengatakan hidup anda sia-sia. Masalahnya, masih banyak lagi makanan lainnya yang bisa dijajal dari Palembang selain pempek hehehe. Kuliner khas Palembang tidak hanya pempek apalagi hanya pempek kapal selam bro en sis. Jangan kecil hati, apalagi jadi keki dan iri hati: hampir semua makanan khas Palembang sudah saya jajal disini. Hehehe. Siap-siap ngiler yaa…

1.Pindang Patin

Pindang ini bisa iga atau daging atau apa aja deh. Pindang itu jenis kuahnya. Tapi paling enak sih pindang ikan patin. Salah satu yang paaaaling eeeeeenak itu di Pindang Musirawas Angkatan 45. Tekstur ikan patin ini lembuut banget. Saya pas kesana makan yang kepala. Padahal ya saya gak suka bagian kepala. Tapi usai makan, saya justru gak melihat ada sisa apapun kecuali duri ikan di piring saya. Saking enaknya! Makanya kesini itu prinsipnya seperti Jusuf Kalla, “lebih cepat lebih baik” karena pindang patin yang bagian buntut itu cepat habis! Seringkali bahkan sampai harus waiting list ketika jam makan siang… Kata temen asli Palembang, ada juga tempat makan enak lainnya, Sarinande, di daerah Sekip Bendung.

Rekomendasi tempat: Pindang Musi Rawas, daerah Angkatan 45

Range harga: Rp 20.000,00 – Rp 100.000,00



2.Mie Celor

Mie ini dinamakan “mie celor” karena sebelum dihidangkan, mie bersama tauge di-‘celor’ terlebih dahulu atau direndam di dalam air panas selama 1 menit. Mie pada mie celor adalah mie kuning dengan diameter cukup besar bila dibandingkan mie telor biasa. Kuahnya adalah santan kental dicampur dengan potongan otak udang. Tak lupa dihidangkan dengan potongan telur rebus dan bawang goreng. Katanya alm. Taufik Kiemas tiap ke Palembang selalu kesini atau setidaknya minta tolong stafnya untuk membeli mie ini. Rasanya unik nih teman-teman, tiap kedai rasanya agak beda. Menarik untuk dicoba!


Rekomendasi tempat: Mie Celor H.M. Syafei di 26 Ilir

Harga: Rp 10.000,00



3.Martabak Har

Martabak ini sangat amat terkenal. Kalau tidak jeli kita bisa tertipu karena banyak cabang “abal-abal”nya. Katanya sih yang asli itu di Jalan Sudirman di seberang Masjid Agung. Ada yang bilang, selama ada plang bergambar nenek yang menengadahkan tangannya dan ada tulisan 7-7-1947 disampingnya, itu masih yang asli. Tapi apa pentingnya sih asli apa nggak? Ternyata memang yang asli lebih uenaak! Martabak Har ini isinya telur aja, bisa telur ayam atau bebek. Tapi kalau kita request pakai sayur juga bisa sih, seperti yang di Jakarta itu. Tapi bedanya, martabak disandingkan dengan kari kambing dan kentang. Saking ramenya tempat ini, abang-abang yang jualan langsung membuat banyak martabaknya, tidak pakai menunggu orang datang baru bikin martabaknya. Tapi tenang, Martabak Har buka sampe sekitar jam 10 maleman kok. Duuh bayanginnya aja ngileeer!



Rekomendasi tempat: Martabak Har di Jalan Sudirman

Harga: Rp 18.000,00



4.Laksan

Laksan ini sebenarnya bahan bakunya sama kayak pempek (ikan dan tepung sagu), tapi dibuat lebih keras tanpa menghilangkan kekenyalan yang pas. Perbedaan lainnya, laksan ini tidak perlu digoreng, hanya pelu direbus air panas. Hal yang unik, laksan ini menggunakan kuah santan dicampur bumbu khas laksan (campuran ulekan bawang merah, bawang putih, garam yang ditumis). Untuk penghidangannya, biasanya ditaburi bawang goreng dan daun kucai. Ummm lezatos!


Rekomendasi tempat: Warung Aba, Jalan M. Isa

Harga: Rp 8.000



5.Celimpungan

Tenang kita gak akan kelimpungan kok kalau makan ini. Celimpungan ini bahannya seperti laksan tetapi bentuknya seperti cireng, absurd dan “grenjel-grenjel” ahaha. Untuk kuahnya, menggunakan kuah warna kuning dari pewarna dan perasa alami, si kunyit! Ya pokoknya kayak kuah opor begitulah. Celimpungan banyak ditemukan di jalanan random aja. Tapi celimpungan di Warung Aba enak juga!

FOTO

Rekomendasi tempat: pernah cobanya di gerobak di depan “istana” Haji Alim :P

Range harga: Sangat bervariasi, mulai dari Rp 2.000,00 sampai Rp 8.000,00



6.Pempek Lenggang

Salah satu jenis pempek yang paling unik menurut saya adalah pempek lenggang. Pempek ini dibuat dengan cetakan sekitar 10x10cm dari daun pisang, yang diisi dengan adonan campuran pempek dengan telor. Lenggang ini dipanggang hingga tingkat kegosongan yang pas. Jangan lupa celupin ke cuko!

 

Rekomendasi tempat: Restoran H.M. Adil yang terletak di Jalan Dempo Luar

Harga: Rp 16.000,00



7.Es Kacang Merah “Mamat”

Sekilas lihat memang es kacang merah “Mamat” ini biasa aja. Layaknya es kacang merah biaza. Tapi ketika kamu mencobanya, niscaya kamu mau lagi! Masalahnya, kacang merahnya ini lembuuuuut dan empuuuuk banget. Asli deh tidak lebay. Bahkan katanya nih, saat dulu jamannya Bu Megawati, di tiap acara kenegaraan pak Mamat selalu diundang untuk menghidangkan es kacang merah andalannya. Slurrrppp segeeer!
(Foto nyusul yah! Saking enaknya lupa foto!)

Rekomendasi tempat: Ya di Es Kacang Merah Mamat, ada di lapangan Hatta Veteran

Harga: Rp 9.000,00



8.Burgo

Burgo ini terbuat dari tepung beras. Dia aslinya bentuknya panjang lonjong tapi disajikan dengan dipotong-potong. Kuahnya menggunakan kuah santan seperti opor. Biasanya burgo itu untuk sarapan pagi dan ramai dicari ketika lebaran.


Rekomendasi tempat: dimana aja, nyobanya di daerah… lupa hehe.

Harga: Rp 5.000,00



Duh maaf ternyata saya belum coba semua. Masih ada yang belum dijajal yaitu ragit dan pindang pegagan. Nanti ya saya janji akan melanjutkannya!



Ditulis di Palembang,
3 November 2015

Comments

Popular posts from this blog

Memburu Gerhana di Jembatan Ampera

Kandasnya Gugatan Karhutla 7,9T