Sang Pemaaf

Biasanya seorang pemaaf itu seorang penyabar yang ulung.
Aku sedang belajar menjadi seorang pemaaf meski benar-benar sulit bung!
Seorang yang pemaaf sekaligus penyabar.
Mulia sekali bukan?

Menjadi pemaaf itu bukan beararti ia bisa diinjak-injak.
Justru ia menginjak balik dalam diamnya.

Orang yang banyak omong itu, sesungguhnya adalah orang yang ketakutan.
Butuh pengakuan.

Yang diam, yang berkuasa.
Justru ia meredamnya, untuk kemenangan.
Yang tenang, yang benar-benar punya asa.
Bukannya terbakar dalam kemarahan.

Hei teman, belakangan ini aku banyak belajar.
Manusia itu pada dasarnya mesin fotokopi yang canggih, lho.
Meski aku bukan seorang ibu peri yang kesabarannya tak berbatas, setidaknya aku mau meniru sang pemaaf.

Comments

Popular posts from this blog

Lidah Digoyang di Palembang

Kandasnya Gugatan Karhutla 7,9T

Angan-Angan Mudik Apik