Laci Ingatan Vina


Sudah kali kelima Vina klik sebuah logo di layar komputernya yang berbentuk panah memutar 360 derajat. Tujuannya, hanya memastikan memang benar-benar tidak ada email yang masuk. Rasanya Vina membuang-buang waktu saja melakukan hal tidak penting sekaligus muskil untuk memuaskan hasrat dalam dirinya. Rasa dimana asanya tak mampu bersinggungan dengan kesempatan nyata bertemu sebuah fisik. Tapi Vina merasa janji yang kemarin ia dengar masih begitu nyata. Ia masih mampu mengulangi tiap detil ruang, waktu dan suasana, bahkan aroma yang tercipta selama dua hari itu. Dua hari. Hanya dua hari. Untuk sepanjang ingatan Vina. Vina tidak pernah benar-benar berusaha mengingat apa yang telah terjadi. Begitu saja ia ingat runutannya. Terlalu gila memang, kalau orang tahu. Vina mengulangi apa yang terjadi saat dua hari itu, namun kali ini sendiri. Sambil tersenyum-senyum kecil tergelitik ingatan akan lirikan dan senyuman hangat. Terlalu aneh untuk dibagi-bagikan pada orang lain. Hanya Vina yang tahu ia pernah melakukan hal itu. Ia tidak ingin laci ingatannya tentang dua hari itu kemudian lapuk digerogoti rayap. Ia hanya ingin mengingat dan membuatnya awet terus di dalam sana. Sembari apa? Ya, berharap.

Comments

Popular posts from this blog

Lidah Digoyang di Palembang

Memburu Gerhana di Jembatan Ampera

Kandasnya Gugatan Karhutla 7,9T