Waktu

Pernah nggak sih kepikiran gini: “perasaan baru kemaren deh gue lulus SMP” “perasaan baru kemaren deh bingung milih IPA apa IPS” “perasaan baru kemaren deh wisuda” “perasaan baru kemaren deh galau2 masa OSPEK” lalu sampailah pada pertanyaan: “KENAPA SEKARANG GUE SUDAH AKAN MENANGGALKAN STATUS MABA GUE?”. Pertanyaan itu timbul karena kita merasa waktu berjalan begitu cepat. Waktu terus berjalan, bahkan terasa berlari, membuat kita terengah-engah, layaknya suara petir yang keberadaannya selalu keduluan kilatan cahaya.

Waktu juga banyak membuat perubahan. Yang paling nyata sih, waktu sudah berjasa membukakan mata gue, dan juga mengeringkan luka yang timbul 365 hari lebih yang lalu. Banyak kegiatan yang sudah gue lalui. Banyak perubahan juga dalam diri gue. Contohnya, yang paling kelihatan sih rambut. Di foto yang atas, adalah foto gue waktu lulus SMA, diambil pada bulan Juli tahun 2010, dimana panjang rambut gue tidak boleh melebihi kerah. Dan ya, bisa dilihat di foto kedua, yaitu bulan Juli juga, tapi tahun 2011, panjang rambut gue sudah melewati leher! Diantara satu tahun itu, gue juga sempet potong rambut sih, tapi nggak sependek foto yang pertama, cuman ya lumayan pendek.

Yap, benar sekali, gue akan memanjangkan rambut gue, yang selama tiga tahun apabila sudah panjang sedikit, tinggal dipakaikan baskom akan langsung dipotong. Haha, just kidding. I still went to barber shop. Yah tapi ujung-ujungnya juga style rambut Dora *sigh*
Dua perbedaan ekspresi pada foto ini juga melambangkan diri gue. Sekarang gue lebih anggun dan lebih menjaga sikap. Yahaa boong banget. Lebih tepatnya, ekspresi di foto kedua ini adalah ekspresi ketika bertemu orang baru. Jaim dikit dong ya. Aku kan pemalu ;;)

Beberapa hal baru yang gue lakukan di tahun ini adalah, menjadi Wakil Kepala Departemen BEM, lalu menjadi staff Asian Law Students' Association (ALSA) dan juga staff pengabdian pada salah satu NGO ternama di Indonesia, Leo Youth Club. These organisations broaden my vision very much.

Have an obligation on BEM makes me had an opportunity to meet another BEM members from another university. Biasanya mereka ke UI untuk studi banding. Dengan itu gue akan memanfaatkannya dengan bertukar pikiran dan menambah wawasan gue. Mencari tahu cara pandang mereka akan sesuatu, mempelajari cara mereka mngahadapi permasalahan, dan lain-lain.

Berkecimpung di Leo Youth Club, membuat gue terinspirasi sekaligus minder dengan anggota-anggota lainnya. Gimana nggak, president-nya kak Palmira Vidya, dia adalah seorang JENESYS returnee, Young On Top Campus Ambassador, semifinalis AbNon JakSel, dan segudang prestasi lainnya. The vice president is Grace Wiradjaja, she got Muri as the youngest design teacher at 15 y/o, she's the finalist of Abnon JakUt, exchange returnee, YOT Campus Ambassador juga. Ah they're all so inspiring. Another members are Eva Yuli Andari (she's a stylist activist on dentistry UI. I like her style anyway), Lili Nur Indah Sari, Zahara Gladea, Khrisna Aria Putra, Nissia Ananda, Jonathan Christian, Muhammad Kasyfunnur, Risca Andalina, Niwa Dwitama (oh yeah he's one of the activist on IFL), Indah Novrinta (organisations maniac), Sandy Karisma, and the last three names after this are my seniors on campus: Fadhil Arsandy, Tatiana Novianka and Muthia Zahra. I'm so happy when I'm around them. Setiap habis meeting sama mereka, selalu aja ada semangat untuk bisa kayak mereka. Besides, gue sendiri adalah anggota termuda di antara mereka.

Kegiatan terakhir kita adalah "Dream And Play" kegiatan dimana kita mengajak anak-anak kurang mampu dari Karawang untuk bermain di Kidzania. Furthermore story about that project, later on aja yah, ngantuk nih besok harus kerja! Oiya sekarang gue udah mulai magang di kantor notaris Arry Supratno di Benhil. Anyway gue juga udah janji cerita Semnas ya? Well delay that too sorry :(

xoxo,
Nadski.

Comments

Popular posts from this blog

Lidah Digoyang di Palembang

Memburu Gerhana di Jembatan Ampera

Kandasnya Gugatan Karhutla 7,9T