Lakukanlah, selagi bisa

Tidak ada yang tahu, tidak ada yang bisa memprediksi, tidak ada yang bisa menduga, kapan malaikat Izrail akan singgah di dunia lalu melesat secepat kilat kepadamu. Bahkan seorang paranormal dengan arogansi serta popularitas tingginya yang katanya bisa menerawang masa depan, bahkan seorang cenayang yang bersahabat dengan para iblis penilik hari esok, tidak. Coba telaah yang kau lakukan dari pagi.

Bangun, di waktu yang telah lewat dari bahkan waktu shalat dhuha. Teringat harus segera berangkat kuliah. Membiarkan tempat tidur dibereskan oleh pembantu. Tidak sempat ucapkan salam pada orang tua. Membentak pembantu yang sembarangan membereskan buku yang harus dibawa pada hari itu, yang menyiapkan makanan yang tidak enak. Menyetir seenaknya, klakson sana sini, mengumpat sana sini, menganggap jalanan milik pribadi, ngebut-ngebutan. Lebih memilih untuk menaikkan tangan membentuk angka lima pada setiap pengamen yang menadahkan tangan, daripada sekedar mengambil uang receh di dompet.

Apa makna hidup yang sebenarnya didapat dengan berlaku acuh seperti itu?

Sampai di kampus, bahkan memperhatikan saja tidak. Lebih memilih memperhatikan layar kecil handphone daripada mendengarkan dosen berbicara, itu sih yang katanya "gabut". Organisasi lancar, tapi tugas bayar, eksis tinggi kalau kuis melirik.

Pemuda, dengan sejuta sikap acuhnya.

Tentu masih banyak mimpi yang ingin kau capai bukan? Pencapaian macam apa yang bisa diraih kalau melangkah saja tidak mau? Masih banyak cita-cita yang ingin kau raih bukan? Tentu besar rasa untuk membanggakan orang tua bukan?

Lakukanlah selagi matahari masih terbit dari ufuknya, di Timur. Selagi Tuhan masih memberikan udara untuk bernafas, selagi kau masih mempunyai panca indera yang lengkap tanpa kurang satu apapun. Tentu selagi kedua orang tuamu masih ada. Umur hanyalah masalah angka, tidak perlu menunggu tua untuk dapat menghasilkan sesuatu.

Merasa paling tidak beruntung di dunia ini? Merasa selalu kurang? Tengoklah ke bawah, mungkin kamu terlalu lelah mendongak.

xoxo,
Nadski.

Comments

Popular posts from this blog

Lidah Digoyang di Palembang

Memburu Gerhana di Jembatan Ampera

Kandasnya Gugatan Karhutla 7,9T