Balada Kehidupan

Rasanya aku orang paling tidak berguna di dunia ini...
Ingin rasanya kumaki Tuhanku satu itu. Tuhanku yang diam saja dikala hamba-Nya bersusah.
Kemana Dia ketika kubutuhkan??
Kata orang-orang pintar agama, Dia tidak akan berikan cobaan lebih berat dari yang hamba-Nya mampu. Tapi aku?
Aku sekarat Tuhan!! Tak mampu aku bernapas. Terengah-engah, tak ada nafsu hidup.
Ingin makan saja tidak. Rasanya ampas kehidupanku juga sudah mencapai klimaksnya.
Pergi saja dari dunia ini. Kemana tapi? Hidupku sudah terlalu hina untuk diterima di neraka sekalipun.

Apakah separah itu?
Apakah sekotor itu?
Aku hilang arah ya Tuhan...
Dimanakah Engkau ya Tuhan...
Berikanlah cahayaMu...

Sesungguhnya aku memang masih belajar
Belajar mencintai. Mencintai salah seorang makhluk ciptaanMu
Mengapa begitu mudah Kau menariknya dari kehidupanku
Rasanya baru kemarin,
Baru kemarin kau hadirkan dirinya, dalam bentuk yang sungguh sempurna
Aroma tubuhnya masih sering mengusik ingatanku

Merangkak, lalu berjalan
Berjalan tertatih, lalu terjatuh.
Sakit. Sangat sakit.
Meninggalkan luka yang perih. Sangat perih.
Kata mereka, obat yang paling manjur adalah waktu.
Waktu?
Tetap saja gelas yang pecah, akan menjadi lebih rapuh dari sebelumnya.

Mengapa terus saja mengeluh.
Kau tak pernah ada ya Tuhan. Dimanakah Engkau? Tolong aku!!
Aku sekarat!!

Satu yang kutahu,
Aku masih memiliki keluarga
Keluarga yang lengkap, yang mencintaiku.
Apakah itu bentuk cinta Tuhan padaku?

Satu yang kutahu,
Aku sehat, fisikku segar, tak kurang satupun
Apakah itu bentuk kehadiranMu ya Tuhan?

Satu yang kutahu,
Kupunya teman yang selau ada untuk mendengarku
Untuk membuatku merasa tidak sendiri
Apakah Engkau yang hadirkan mereka untukku ya Tuhan?

Terimakasih ya Tuhan,
Untuk semua yang telah kau curahkan.

Satu yang kutahu, aku akan melakukan yang terbaik
Setidaknya, untuk hidupku sendiri.


Everybody should experience heart break at least once, the surviving after that moment is priceless. - via @radityadika

xoxo,
Nadski.

Comments

Popular posts from this blog

Lidah Digoyang di Palembang

Memburu Gerhana di Jembatan Ampera

Kandasnya Gugatan Karhutla 7,9T