The Potency, We All Have it in Our Own Way

Agree with the title? Ok if you're not, read this.
Before you read, here's the rules: First, it's just my opinion then I let you decide to agree or not. Second, if you're agree wether not agree, just put a comment on my note. Third, it will be a bilingual note, sorry for my bad english, hehe. Have a go :)

Everybody has their own potency and their own talent. So, don't let yourself down when you had a bad score in math or physic or another exact thingy. Eventhough you're not really good in that science lesson or maybe you ever felt damn-stupid when you're studying on it, don't stuck on it. Maybe that's just so not into you! (kayak judul film ya hhe) Actually, it's not about science things, but I've just felt this right now (curcol, haha).
Well, why we have to concern on something that we can't find the soul in? Saya pernah membaca sebuah cerita:
"Suatu hari, di sebuah sekolah hewan, ada seekor elang, kelinci dan semut. Mereka berlatih dalam kelas yang sama. Saat di kelas teori, mereka diajarkan terbang, berlari dan berenang. Tibalah saatnya mereka mempraktekkan apa yang telah diajarkan di kelas. Elang terlihat sangat cepat berlatih terbang, namun saat berlatih berenang, ia begitu kesulitan, sampai bulu-bulu di sayapnya rapuh karena ia menjadi sering berlatih berenang. Sedangkan kelinci, ia sangat lincah saat kelas berlari, namun ia harus berulang kali mengikuti latihan terbang sampai kakinya terluka. Begitupun dengan semut."

Yang dapat kita petik dari cerita di atas, adalah kita memiliki potensi kita masing-masing. Jangan pernah berpura-pura untuk menjadi seseorang. We can be proud of ourself. Mungkin kita sering berkata pada diri kita sendiri:
"Kapan ya gue bisa sepinter Wismaya, Aho, Danang, Yasin, Leh, Hendry, dan anak-anak OSN lainnya yang bisa bikin bangga orang tua?"
"Keren banget ya tim konstitusi, mana bisa gue jadi kayak mereka?"
HEY, WAKE UP! We all have "something" what we can do now is: DO SOMETHING! Yeah, (inspired by Guinandra) Mereka juga pasti punya kekurangan, tapi mereka bisa mengembangkan kelebihan-kelebihan yang mereka punya sampai menjadi luar biasa dan menciptakan sebuah prestasi yang membuat mereka tidak biasa dibanding yang lain.

If I ask you a question: "Who's more genious? Albert Einsten or Wolfgang Amadeus Mozart?" maybe one of you will answer Einstein or vice versa. But, actually, they're all genious, but with different type of genious. Einstein smart in relativity theory and Mozart is genious in classic musical instrument. We can conclude that, hell yeah, we just need to develop our own potency.

Kita pasti punya potensi, Tuhan gak akan ngebiarin hambanya di dunia tanpa bekal kok, tinggal kitanya aja yang mau nemuin potensi itu apa nggak. Apalagi di luar sana nanti, banyak sekali potensi lain yang bisa dikembangkan.

Source: buku buat tugas resensi b.indo, own experience.

ps: I have a new nickname! --> Nadskonchita *yeay*


XOXO,
Nadskonchita

Comments

Popular posts from this blog

Lidah Digoyang di Palembang

Memburu Gerhana di Jembatan Ampera

Kandasnya Gugatan Karhutla 7,9T